ZNEWS Soppeng-Pekan Nasional (PENAS) XVII yang diselenggarakan di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026 seyogianya menjadi panggung agung untuk merayakan dedikasi dan apresiasi para petani dan nelayan Indonesia.
Namun, di balik kemeriahan yang menyambut ribuan delegasi dari seluruh penjuru tanah air, sebuah ironi justru menampar wajah rombongan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Soppeng.
Alih-alih mendapatkan dukungan yang selayaknya, para delegasi asal Soppeng ini justru harus menelan pil pahit. Mereka merasa terasing di tanah rantau akibat sikap dingin dan minimnya perhatian dari pemerintah daerahnya sendiri.
Meski telah menempuh jalur formal, proposal yang diajukan justru berakhir terkubur di tumpukan meja birokrasi.Tanpa kepastian, para 'pahlawan pangan' ini terpaksa harus berjuang dengan kekuatan sendiri.Mereka memilih untuk merogoh kocek pribadi serta melakukan iuran secara mandiri.
Ketua LPKN, Alfred, menyoroti fenomena ini dengan nada sinis. Ia membandingkan sibuknya para pejabat daerah berswafoto (selfie) demi konten di media sosial dengan kelumpuhan responsivitas mereka saat harus melayani warganya yang sedang berjuang di lapangan.
"Masyarakat disuguhi pemandangan pemimpin yang sibuk selfie demi citra di balik panggung seremonial. Sayangnya, tidak dibarengi dengan ketangkasan dalam melayani delegasi yang sedang berjuang di luar daerah," ungkap Alfred, Sabtu (27/6).
Menurut Alfred, kondisi ini adalah cerminan krisis sensitivitas. Ia menilai pemerintah daerah lebih mahir mengelola citra diri daripada mengurus marwah warga yang telah berjuang membawa nama baik daerah.
Alfred menegaskan pengabaian delegasi adalah pengkhianatan loyalitas, sementara memprioritaskan pencitraan di atas kepentingan rakyat merupakan ancaman bagi tata kelola pemerintahan.
"Ketika seorang pemimpin lebih asyik dengan selfie dan panggung pencitraan daripada memastikan harkat warganya yang sedang bertugas di luar sana, saat itulah kepercayaan publik sedang dipertaruhkan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Soppeng belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi terkait kendala yang dialami delegasinya dalam perhelatan PENAS XVII di Gorontalo. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan demi menjaga keberimbangan pemberitaan.

0 Komentar