ZNEWS Soppeng-Kabupaten Soppeng sedang dalam kondisi darurat. Rakyat kini tidak hanya dipaksa "berdarah-darah" untuk mendapatkan gas subsidi 3 kg, tetapi juga menjadi sasaran perampokan ekonomi oleh para mafia yang dibiarkan melenggang bebas oleh penguasa.
Sangat jelas terjadi "permainan kotor" yang sistematis: pangkalan resmi kompak memasang papan "kosong", namun di tingkat pengecer, stok justru melimpah dengan harga selangit, Rp25.000 per tabung.
Fakta lapangan ini adalah tamparan keras bagi Dinas PPK dan UKM Kabupaten Soppeng dan DPRD Soppeng.
Pertanyaannya, mengapa instansi terkait cemen? Apakah mereka memang tidak mampu bekerja, atau justru sengaja "main mata" dengan para spekulan nakal ini?.
Dinas PPK dan UKM, dan DPRD Soppeng dinilai telah kehilangan marwahnya sebagai lembaga pengawas. Rapat-rapat formal yang selama ini digembar-gemborkan hanyalah teater basi yang nihil hasil.
Saat rakyat menjerit, mereka justru nyaman bersandar di kursi empuk, membiarkan rakyat diperas habis-habisan.
Sikap pasif dan lamban ini bukan sekadar ketidaktahuan, melainkan bentuk pengkhianatan nyata terhadap rakyat.
Sahar, perwakilan warga, dengan murka menegaskan bahwa kesabaran masyarakat sudah mencapai batasnya.
"Permainan kotor siapa ini? DPRD dan pemerintah jangan diam saja melihat rakyat diperas!.Kalian digaji bukan untuk menonton penderitaan kami dari balik meja rapat!" kecam Sahar, Minggu (12/7/2026).
Rakyat Soppeng sudah muak dengan narasi pembelaan diri yang diucapkan oleh para pejabat. Tidak ada lagi ruang untuk alasan teknis. Hari ini, masyarakat menuntut satu hal yaitu "Tindakan".

0 Komentar